PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

📌 PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada:

🗓 Tanggal: 2 – 6 Februari 2026

Mahasiswa diharapkan melakukan pengisian KRS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan serta mengikuti prosedur yang berlaku.

🔎 Informasi lebih lanjut terkait Bimbingan Akademik, KRS, dan Jadwal Kuliah Semester Genap TA 2025/2026 dapat diakses melalui tautan berikut:
👉 https://stitek.ac.id/stitekv1/berita/detail/bimbingan-akademik-krs-dan-jadwal-kuliah-semester-genap-ta-20252026

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, diucapkan terima kasih.

Teknik Elektro Perkuat Kompetensi Otomasi Industri melalui Pembelajaran Panel Kontrol Listrik

Program Studi Teknik Elektro terus berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan terhadap kebutuhan dunia industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembelajaran dan praktik terkait panel kontrol listrik dan sistem otomasi, yang menjadi komponen penting dalam pengelolaan dan pengendalian sistem kelistrikan modern.

Panel kontrol listrik berfungsi sebagai pusat pengaturan dan distribusi daya listrik serta pengendalian peralatan industri. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa Teknik Elektro diperkenalkan pada perancangan, perakitan, dan pengujian panel kontrol yang tersusun dari berbagai komponen seperti pemutus arus, relay, kontaktor, terminal, serta sistem pengkabelan yang terstruktur dan aman.

Pembelajaran panel kontrol tidak hanya menekankan pemahaman teori kelistrikan, tetapi juga keterampilan teknis dan ketelitian dalam penataan kabel, pembacaan diagram rangkaian, serta penerapan standar keselamatan kerja. Mahasiswa dilatih untuk memahami alur kerja sistem kontrol, mendeteksi gangguan, serta memastikan sistem berfungsi secara andal dan efisien.

Penguasaan sistem panel kontrol menjadi bekal penting bagi lulusan Teknik Elektro untuk terjun ke dunia industri, khususnya pada bidang otomasi, manufaktur, energi, dan infrastruktur. Keterampilan ini mendukung kebutuhan industri akan tenaga profesional yang mampu merancang dan memelihara sistem kelistrikan secara terintegrasi.

Melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik dan aplikasi nyata, Program Studi Teknik Elektro berupaya mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Hal ini sejalan dengan peran strategis Teknik Elektro dalam mendukung perkembangan teknologi dan sistem industri yang modern dan berkelanjutan.

Teknik Elektro Kembangkan Kompetensi Mahasiswa melalui Praktikum Rangkaian Elektronika

Program Studi Teknik Elektro terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan praktikum rangkaian elektronika yang menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan teknis mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan untuk menjembatani teori dan penerapan langsung di bidang keteknikan.

Praktikum rangkaian elektronika dilakukan dengan memanfaatkan berbagai komponen seperti papan rangkaian (breadboard), sensor, modul elektronik, serta sistem pengkabelan yang dirancang secara terintegrasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk merancang, merakit, dan menganalisis rangkaian listrik dan elektronika sesuai dengan prinsip kerja yang benar.

Kegiatan praktikum tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap komponen dan sistem elektronika, tetapi juga melatih ketelitian, kemampuan analisis, dan pemecahan masalah. Mahasiswa didorong untuk memahami alur kerja rangkaian, mendeteksi kesalahan, serta melakukan pengujian guna memastikan sistem berfungsi secara optimal.

Pembelajaran berbasis praktikum ini menjadi salah satu keunggulan Program Studi Teknik Elektro dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri. Penguasaan keterampilan dasar hingga lanjutan di bidang elektronika diharapkan mampu mendukung pengembangan teknologi, khususnya pada sektor otomasi, sistem kendali, dan perangkat elektronik.

Melalui penguatan kegiatan praktikum dan pembelajaran aplikatif, Program Studi Teknik Elektro berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan memiliki daya saing. Upaya ini sejalan dengan peran strategis Teknik Elektro dalam mendukung perkembangan teknologi dan pembangunan berbasis keteknikan di masa depan.

Partisipasi Kepala LPPM STITEK Bontang sebagai Narasumber pada Lokakarya Teknologi Tepat Guna (TTG)

Pada 6 November 2025, Akbar, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STITEK Bontang, berperan sebagai narasumber dalam kegiatan lokakarya yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang. Penugasan tersebut didasarkan pada Surat Tugas resmi Nomor 298/K/KP/2025 yang ditandatangani oleh Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd. (STITEK Bontang, 2025). Lokakarya ini mengangkat tema “Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai Solusi Pemecahan Masalah dan Pengembangan Potensi Daerah” dengan tujuan memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai pemanfaatan TTG sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam pemaparannya, Akbar menekankan bahwa implementasi TTG tidak semata-mata berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan kemandirian dan daya adaptasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa solusi TTG idealnya mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, mudah diimplementasikan, serta selaras dengan karakteristik dan kondisi wilayah setempat (A. Akbar, komunikasi pribadi, 6 November 2025).

Sementara itu, Ketua STITEK Bontang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan unsur akademisi dalam kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kontribusi dosen dalam kegiatan publik mencerminkan integrasi antara pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah (Zaini, komunikasi pribadi, 3 November 2025). Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara STITEK Bontang dan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berbasis keilmuan.

Didukung Kemendiktisaintek serta Komisi X DPR RI, STITEK Teguhkan Arah Transformasi Menuju Universitas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang sebagai tuan rumah, sejalan dengan proses transformasi kelembagaan yang tengah dijalani STITEK Bontang menuju perubahan bentuk menjadi universitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ir. Yhenda Permana, M.M., selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB). Dalam sambutannya, disampaikan komitmen penuh yayasan sebagai badan penyelenggara untuk mendukung proses perubahan bentuk STITEK Bontang, baik dari aspek penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana. Transformasi kelembagaan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan institusi serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dalam paparannya, beliau memberikan penguatan mengenai kebijakan nasional terkait perubahan bentuk perguruan tinggi, termasuk persyaratan, tahapan pelaksanaan, serta pentingnya kesiapan institusi secara menyeluruh agar proses transformasi berjalan sesuai dengan regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi.

Selanjutnya, H. Andi Sofyan Hasdam, Wali Kota Bontang pertama sekaligus salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Bessai Berinta, menyampaikan refleksi historis perjalanan pendirian STITEK Bontang. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan agar STITEK Bontang terus berkembang dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta kemajuan Kota Bontang.

Dukungan Pemerintah Kota Bontang disampaikan oleh dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, selaku Wali Kota Bontang. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sebagai penutup rangkaian sambutan, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., Ketua Komisi X DPR RI, menyampaikan keynote speech yang menguraikan perspektif strategis arah kebijakan pendidikan tinggi nasional. Dalam pemaparannya, ditekankan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta keberpihakan kebijakan terhadap pengembangan perguruan tinggi di daerah agar mampu tumbuh dan berdaya saing secara nasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan diskusi yang membahas secara komprehensif kebijakan serta kesiapan STITEK Bontang dalam proses perubahan bentuk menjadi universitas. Pada sesi materi, Henriette Minerva Wenno menjelaskan bahwa perubahan bentuk perguruan tinggi swasta dari sekolah tinggi menjadi universitas memiliki landasan hukum yang jelas dan menuntut kesiapan institusi secara menyeluruh, mencakup perluasan rumpun keilmuan, kecukupan dan komposisi program studi, serta kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung.

Disampaikan pula bahwa STITEK Bontang telah mengajukan usulan perubahan bentuk menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang, dengan kesiapan dari aspek kelembagaan dan akademik serta dukungan penuh dari badan penyelenggara. Proses perubahan bentuk tersebut berdampak pada penyesuaian data institusi, pembaruan dokumen kelembagaan, serta pelaksanaan akreditasi sesuai dengan nama dan bentuk perguruan tinggi yang baru.

Dalam pengembangan kampus, diusulkan tiga alternatif lahan, dengan lahan seluas kurang lebih 40.000 m² di Teluk Pandan dinilai paling potensial sebagai pusat pengembangan universitas jangka panjang, termasuk untuk pembangunan fasilitas akademik dan laboratorium.

Pada sesi diskusi, Mohammad Ahmad Maidanul Abrori, S.T., M.Kom. menyoroti berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam proses perubahan bentuk. Menanggapi hal tersebut, ditegaskan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, dukungan pemerintah daerah dan dunia industri, serta peningkatan daya tarik calon mahasiswa melalui kualitas dosen dan pengembangan program studi unggulan yang berdaya saing.

Menutup sesi pertama, Henriette Minerva Wenno menyampaikan harapan agar universitas yang dicita-citakan dapat berkembang secara berkelanjutan, memiliki karakteristik dan keunggulan yang khas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sesi materi berikutnya disampaikan oleh Zaini, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan perkembangan STITEK Bontang sejak berdiri, ditandai dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap. Saat ini, STITEK Bontang memiliki empat program studi aktif dan tiga program studi yang telah disetujui, dengan dukungan pembelajaran berbasis digital dan fasilitas laboratorium.

Namun demikian, keterbatasan gedung kampus yang masih bersifat sewa menjadi tantangan utama, sehingga pengembangan kampus utama menjadi fokus dalam rencana perubahan bentuk. Berbagai capaian akademik dan nonakademik, termasuk perolehan hibah penelitian serta prestasi mahasiswa, menunjukkan kesiapan STITEK Bontang untuk bertransformasi menjadi universitas.

Perubahan bentuk ditargetkan paling lambat pada tahun 2030, dengan peluang percepatan pada periode 2025–2026, serta komposisi rumpun keilmuan sebesar 60 persen sains dan teknologi dan 40 persen non-sains. Menutup pemaparannya, Zaini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan transformasi STITEK Bontang menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang sebagai kebanggaan bersama.

PELAKSANAAN UAS SEMESTER GANJIL 2025/2026

Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026

Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung mulai tanggal 5 hingga 8 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa sesuai dengan jadwal dan mata kuliah yang telah ditetapkan oleh akademik dengan memerhatikan aturan uas yang berlaku.

Pelaksanaan UAS dilaksanakan secara tatap muka di lingkungan kampus STITEK dengan tetap memperhatikan ketertiban, kedisiplinan, serta ketentuan akademik yang berlaku. Mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu, membawa perlengkapan ujian, serta mematuhi tata tertib selama ujian berlangsung.

Melalui pelaksanaan UAS ini, diharapkan dapat mengukur capaian pembelajaran mahasiswa selama satu semester serta menjadi bagian penting dalam proses evaluasi akademik. Pihak kampus berharap seluruh rangkaian UAS dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif hingga hari terakhir pelaksanaan.

Pembukaan Rekrutmen Dosen Tetap pada Program Studi Teknik Elektro Periode 2025–2026

Dibuka lowongan Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro sebanyak dua (2) orang.

Persyaratan Umum

  1. Pendidikan minimal Magister (S2) atau Doktor (S3) dari program studi yang terakreditasi paling rendah B.
  2. Latar belakang pendidikan S1 dan S2 harus linier.
  3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25.
  4. Batas usia pelamar: maksimal 35 tahun untuk lulusan S2 dan 45 tahun untuk lulusan S3.
  5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  6. Sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  7. Tidak memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau bersedia menyerahkan surat lulus butuh bagi pelamar yang telah memiliki NIDN.
  8. Tidak sedang berstatus sebagai calon pegawai, pegawai tetap, atau pegawai kontrak pada instansi lain, dibuktikan dengan surat pernyataan atau surat lulus butuh.
  9. Penempatan dan kualifikasi pendidikan sesuai dengan kebutuhan Program Studi Teknik Elektro.

Kualifikasi Bidang Keahlian

  • Teknik Tenaga Listrik
  • Teknik Elektronika
  • Teknik Telekomunikasi
  • Sistem Kendali dan Otomasi
  • Instrumentasi dan Pengendalian Proses
  • Teknik Komputer dan Jaringan
  • Sistem Energi Terbarukan
  • Mekatronika
  • Sistem Embedded dan Internet of Things (IoT)

Fasilitas dan Insentif

Insentif Finansial:

  • Gaji pokok;
  • BPJS, tunjangan hari raya, tunjangan cuti, serta tunjangan lainnya;
  • Insentif kegiatan akademik meliputi pengajaran, penelitian, pembimbingan, penulisan buku, dan/atau publikasi ilmiah.

Insentif Nonfinansial:

  • Ruang kerja beserta fasilitas pendukung;
  • Akses internet dan perpustakaan;
  • Kesempatan pengembangan karier akademik, termasuk academic recharging dan program postdoctoral.

Ketentuan Pendaftaran

Keikutsertaan STITEK dalam Reviu Standar Pelayanan di RSUD Taman Husada

Pada Rabu, 26 November 2025, STITEK Bontang berpartisipasi dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik: Reviu Standar Pelayanan RSUD Taman Husada Bontang melalui kehadiran perwakilan dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Jaminan Mutu (UJM), Martati, S.Pd., M.T. Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSUD Taman Husada Bontang sebagai wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan. Forum konsultasi publik tersebut menjadi sarana evaluasi yang sistematis terhadap mutu penyelenggaraan layanan rumah sakit dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur akademisi, regulator, tenaga medis, serta perwakilan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, forum membahas dan melakukan reviu terhadap 24 standar pelayanan beserta standar operasional prosedur (SOP) yang telah diterapkan di RSUD Taman Husada. Masing-masing standar dipaparkan oleh pejabat struktural rumah sakit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan, kritik konstruktif, serta rekomendasi perbaikan. Melalui mekanisme tersebut, rumah sakit memperoleh umpan balik yang komprehensif sebagai landasan dalam penyempurnaan prosedur pelayanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola pelayanan publik yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Martati menegaskan bahwa evaluasi mutu layanan merupakan bagian integral dari siklus peningkatan kualitas yang tidak hanya berhenti pada penyusunan dokumen standar, tetapi juga harus memastikan implementasinya memberikan dampak yang terukur dan signifikan bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses evaluasi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan layanan publik yang relevan, transparan, dan adaptif. Sementara itu, Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut dan menekankan bahwa partisipasi ini sejalan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih lanjut, beliau berharap forum ini dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan inovasi layanan publik berbasis data dan teknologi guna mendukung transformasi digital sektor kesehatan di Kota Bontang.

PRAKTIKUM SEMESTER GANJIL 2025/2026

Program Studi Teknik Elektro STITEK Bontang telah melaksanakan rangkaian perkuliahan praktikum Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung sejak awal semester hingga Desember 2025. Praktikum ini menjadi salah satu kegiatan akademik penting yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam bidang ketenagalistrikan, instrumentasi, dan sistem kendali.

Seluruh kegiatan praktikum dilaksanakan di Laboratorium Teknik Elektro Kampus Juanda STITEK Bontang dengan pendampingan langsung dari dosen pengampu dan asisten laboratorium. Pada semester ini, praktikum mencakup beberapa mata kuliah berbasis kompetensi seperti Instalasi Listrik, Elektronika Dasar, Pengukuran Listrik, Sistem Kendali, serta Praktikum Mikrokontroler. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teori tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.

Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti setiap sesi praktikum. Mereka terlibat secara aktif dalam pengoperasian alat, perakitan rangkaian, pengujian sistem, hingga penyusunan laporan hasil praktikum. Seluruh kegiatan juga berjalan sesuai standar keselamatan kerja (K3) laboratorium serta memanfaatkan peralatan praktik yang telah disiapkan oleh Program Studi.

Prodi Teknik Elektro STITEK Bontang menilai bahwa pelaksanaan praktikum pada semester ganjil ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan teknis mahasiswa. Dengan adanya kegiatan praktik yang terstruktur, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di era industri 4.0.

Program Studi Teknik Elektro akan terus meningkatkan mutu pelaksanaan praktikum melalui pengembangan sarana laboratorium, penyempurnaan modul, serta peningkatan kualitas pendampingan dari instruktur dan dosen pengampu.

SKPI-INSTALASI LISTRIK BANGUN SEDERHANA

Program Studi Teknik Elektro STITEK Bontang telah melaksanakan kegiatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dengan tema “Instalasi Listrik Bangunan Sederhana” pada tanggal 6–7 Desember 2025 bertempat di Kampus Juanda STITEK Bontang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami instalasi listrik dasar, baik melalui penyampaian teori maupun praktik lapangan yang sesuai dengan standar keselamatan dan keteknikan. Melalui program ini, mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja di bidang ketenagalistrikan.

Kegiatan SKPI diikuti oleh 18 peserta yang seluruhnya telah menyelesaikan rangkaian pelatihan hingga tuntas. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengenalan bahan serta alat listrik, tes tertulis, praktik instalasi kabel, hingga pelaksanaan uji kompetensi untuk mengukur tingkat penguasaan keterampilan masing-masing peserta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan pemasangan instalasi listrik sederhana secara tepat dan aman.

Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Arfittariah, S.T., M.T selaku penanggung jawab, dengan dukungan Anita Juwita, S.Pd sebagai sekretaris. Adapun proses pelatihan langsung dibimbing oleh instruktur Akbar, S.Pd., M.Pd, serta didampingi oleh Afada Rio, S.T dan Izhar Meidiansyah. Berkat kolaborasi panitia, instruktur, dan peserta, kegiatan SKPI ini berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang direncanakan.

Secara keseluruhan, kegiatan SKPI “Instalasi Listrik Bangunan Sederhana” memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan mereka menghadapi kebutuhan dunia industri. Program Studi Teknik Elektro STITEK Bontang berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari pengembangan kualitas lulusan dan dukungan terhadap peningkatan keterampilan profesional mahasiswa.